Jawa Tengah
Museum
Pekalongan
Wisata
Khazanah Batik Nusantara di Museum Batik Pekalongan
Kota
Batik di Pekalongan
Bukan
Jogja, Bukan Solo
Siapa
sih yang ga kenal lirik lagu di atas? Lirik lagu dari Band Slank yang
berjudul Sosial Betawi Yoi (SBY) ini secara tidak langsung mengukuhkan bahwa
Pekalongan lah yang ‘berhak’ menyandang predikat sebagai Kota Batik. Penasaran kenapa Pekalongan bisa disebut
sebagai Kota Batik? Penasaran juga dengan keseruan gua menjelajahi museum Batik Pekalongan? Cekidot!!
Ada
hikmah di balik semua kejadian. Begitu juga dengan penempatan KKN gua di
Kabupaten Pekalongan. Salah satu hikmahnya adalah gua bisa mengunjungi Museum
Batik Pekalongan yang terletak di Kawasan Kota Tua Jetayu, tepatnya di Jalan
Jl. Jetayu No.1, Pekalongan. Jaraknya yang lumayan dekat dari lokasi KKN
mahasiswa Undip menjadikan museum ini sebagai destinasi wisata wajib ketika
KKN.
![]() |
Museum Batik Pekalongan |
![]() |
Selamat Datang di Pekalongan. Kalau lihat tulisan ini, tandanya Museum Batik udah dekat |
Pekalongan
disebut juga sebagai Kota Batik karena sebagian mata pencaharian warganya
adalah sebagai pengrajin batik. Industri Batik menggerakkan lebih dari 1000
keluarga untuk bertahan hidup. Ratusan toko penjaja batik tersebar di penjuru kota kecil ini. Maka tak heran jika batik menjadi buah tangan
yang wajib dibawa ketika sedang jalan-jalan di Pekalongan.
Selain itu, BATIK juga menjadi slogan Kota Pekalongan yang berarti Bersih, Aman, Tertib, Indah dan Komunikatif. Beragamnya khazanah motif batik yang dimiliki Pekalongan juga membuat kota di pantai utara Jawa ini menyandang predikat sebagai Kota BATIK
Selain itu, BATIK juga menjadi slogan Kota Pekalongan yang berarti Bersih, Aman, Tertib, Indah dan Komunikatif. Beragamnya khazanah motif batik yang dimiliki Pekalongan juga membuat kota di pantai utara Jawa ini menyandang predikat sebagai Kota BATIK
![]() |
Pekalongan Kota Batik |
![]() |
interior bagian depan Museum Batik |
![]() |
Prasasti peresmian Museum Batik Pekalongan oleh Presiden SBY |
Di
ruangan ini juga terdapat replika manekin yang mengenakan kostum penari Sintren.
Sintren adalah kesenian khas daerah pantai utara jawa, meliputi Pekalongan, Brebes,
Pemalang, Tegal, Banyumas, bahkan Kuningan (Jawa Barat). Konon, tarian Sintren hanya
bisa dibawakan oleh perempuan yang masih suci alias masih gadis alias masih Perawan.
![]() |
Sintren |
Masuk ke ruangan kedua, di sini dipamerkan batik-batik khas
Pekalongan, yang disebut dengan motif Jlamprang. Jlamprang adalah salah satu
motif Batik khas Pekalongan, yang dipengaruhi oleh interaksi masyarakat
setempat dengan pendatang, dalam hal ini etnis Gujarat dari India.
Motif Jlamprang merupakan pengembangan dari motif kain Patola yang berasal dari Gujarat. Di Pekalongan, Batik ini digunakan dalam upacara Nyadran, yaitu upacara sedekah laut untuk memohon perlindungan dan syukur kepada Tuhan. Ruang Pamer kedua juga merupakan ruangan yang berisi koleksi batik yang berasal dari sumbangan atau donasi dari pejabat negeri.
Motif Jlamprang merupakan pengembangan dari motif kain Patola yang berasal dari Gujarat. Di Pekalongan, Batik ini digunakan dalam upacara Nyadran, yaitu upacara sedekah laut untuk memohon perlindungan dan syukur kepada Tuhan. Ruang Pamer kedua juga merupakan ruangan yang berisi koleksi batik yang berasal dari sumbangan atau donasi dari pejabat negeri.
![]() |
Motif Jlamprang |
![]() |
Motif Tok Wi |
Ada pula
motif batik Pagi-Sore, yaitu kain batik yang terbagi dua oleh dua motif yang
bertemu di bagian tengah kain secara diagonal. Kain ini popular pada era
pendudukan Jepang, dimana masyarakat Indonesia (juga Pekalongan) mengalami
hidup yang sulit. Untuk menghemat, maka para pengrajin batik membuat batik
dengan dua desain motif yang berbeda dalam satu kain, sehinga terkesan kita
memakai 2 kain yang berbeda padahal hanya 1 lembar kain. Warna yang lebih gelap biasanya dipakai di bagian luar untuk pagi dan siang
hari, sementara bagian batik yang berwarna pastel dipakai pada acara malam
hari.
![]() |
motif batik Pagi-Sore |
Masuk ke ruangan ketiga, di sini dipamerkan batik dari
seluruh nusantara. Mulai dari batik Jogjakarta, Batik Solo, Batik Betawi,
Garut, Indramayu, Madura, dan Papua. Ruangan ini disebut juga Ruang Batik
Nusantara karena memamerkan batik dari seluruh nusantara.
![]() |
bagian dalam Ruang Batik Nusantara |
Belom
puas cuma lihat koleksi batik dan ingin belajar
membatik secara langsung? Tenang! Di sini bisa! Selain dapat tourguide, tiket Rp
5000 yang kita bayarkan tadi ternyata sudah termasuk paket praktik belajar
membatik. Bener-bener murah meriah! Pengunjung akan disediakan selembar kain dan alat-alat untuk membatik
seperti lilin dan canting. Waaah ini pertama kalinya gua belajar membatik. Maap ya kalo jelek :(
![]() |
Dibuat oleh seorang mahasiswa Undip yang pertama kali belajar membatik |
Karena lokasinya yang terletak
di kawasan Kota Tua Jetayu, Museum Batik Pekalongan dikelilingi
bangunan-bangunan yang tak kalah indah. Sebut saja Masjid Al-Ikhlas dengan
kubahnya yang berwarna emas. Ada pula Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pekalongan
dengan gaya bangunan khas Belanda. Sedikit berjalan dari Museum, kita akan
menemukan Kantor Pos Pekalongan yang didominasi oleh warna oranye. Tepat di
depan museum, berdiri tugu BATIK yang sayang jika dilewatkan. Mantap djiwaaaaa.
![]() |
Bangunan di kawasan Kota Tua Jetayu : Kantor Pos Pekalongan, GKI Pekalongan, Masjid Al-Ikhlas, Tugu BATIK |
Pekalongan dan Batik menjadi dua hal yang tidak dapat
dipisahkan. Kita patut berbangga karena PBB melalui UNESCO telah mengakui batik
sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya
Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of
Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Dan dunia akan menjadi saksi bagaimana Kota
Pekalongan menjadi garda pelestari batik dari dulu, kini, dan selamanya.
Sampai jumpa di jalan-jalan selanjutnya!
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusseru banget sih kkn mainnya ke museum, tempat kkn ku adanya cuman toko ada doang:")
BalasHapusHmmmm gini aja po, kamu daftar KKN lagi, siapa tau dapet di Pekalongan. Nanti kan bisa ke museum Batik!!!!!!!
Hapuswah artikelnya mantab, oh iya guys kalau butuh kendaraan keliling jogja bisa mampir ke sini jasa rental & sewa mobil jogja/yogyakarta becik transport
BalasHapus