Jawa Tengah
kampus
Kuliah Karo Liburan (KKL)
Pekalongan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Segudang Ceritanya
Postingan kali ini akan gua buka dengan kalimat istighfar. Kok bisa?? Begini ceritanya.
Memasuki semester 7, mahasiswa Undip diwajibkan mengambil mata kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Jadi, sederhananya KKN itu kita tinggal di desa-desa selama 42 hari dan mengaplikasikan/menerapkan ilmu yang didapat selama kuliah. Nah nantinya mahasiswa Undip akan ditempatkan di kabupaten yang bermitra dengan P2KKN Undip, yakni Kendal, Kab. Semarang, Temanggung, Pati, Jepara, Kab. Pekalongan, Batang, atau Pemalang. Pendaftarannya dilakukan secara online dan pengumuman nya dilakukan secara online pula.
Tiba saatnya pengumuman…
Entah kenapa dari awal gua udah punya feeling kalo gua bakal ditempatin di lokasi yang jauh dari Semarang. Tapi, gua tetap berharap kalo gua bakal ditempatin di kabupaten yang dekat dari Semarang (at least di Kendal soalnya bisa balik pake motor huhu). Tetapi, semua itu berubah saat Negara api menyerang….
Pas buka pengumuman penempatan lokasi KKN…..
Astaghfirullahalazim…
Ternyata, gua ditempatin di Kabupaten Pekalongan tepatnya di Kecamatan Siwalan. Sumpah, kaget gua. Tak bisa berkata apapun. Dan ternyata, anak IESP yang ditempatin di Kecamatan Siwalan, Cuma ada 3 orang.... 3 orang anak IESP dalam satu kecamatan..
![]() |
Akhirnya upacara lagi setelah lulus SMA :") |
Oke skip, kita langsung lanjut ke bagian penerjunan.
Dari tingkat kecamatan, mahasiswa kembali dibagi menjadi kelompok desa yang lebih kecil lagi, yakni 8 sampai 9 mahasiswa per desa. Gua ditempatkan di Desa Mejasem bersama 7 orang lainnya. Ketujuh orang ini berasal dari jurusan yang berbeda, yakni ada Difa (Teknologi Hasil Perikanan), Ken (Ilmu Kelautan), Suryati (Akuntansi), Parti (Peternakan), Tika (Administrasi Publik), Ang (Biologi, dan Yonas (Peternakan). Kami menyebut kelompok ini sebagai Mejasem Squad!!! Yeahhh
Oh iya, meskipun secara administratif Desa Mejasem terletak di Kecamatan Siwalan, tapi secara geografis desa Mejasem lebih dekat ke Kecamatan Sragi dibanding dengan Kecamatan Siwalan. Begitu juga dengan batas wilayah kabupaten. Meski secara administratif Desa Mejasem terletak di Kabupaten Pekalongan, tetapi Desa Mejasem justru jaraknya lebih dekat dengan Kabupaten Pemalang karena berbatasan langsung. Tinggal nyebrang sungai, kita sudah sampai di Kabupaten Pemalang.
Selama KKN, kami tinggal satu rumah bersama Kepala Desa Mejasem, nama beliau Pak Sudarto. Ternyata dulu Pak Darto (sapaan akrab beliau) pernah kuliah di Fakultas Ekonomi, tepatnya di jurusan Manajemen Universitas Katolik Atmajaya Yogyakarta. Istri Pak Darto (biasa dipanggil Bu Lurah) bernama Bu Anggun, mereka punya satu anak laki-laki, namanya Fakhri. Rumah Pak Kades sekaligus kami jadikan posko KKN, dan kebetulan tempatnya persis di depan Balai Desa.
Oh iya, meskipun secara administratif Desa Mejasem terletak di Kecamatan Siwalan, tapi secara geografis desa Mejasem lebih dekat ke Kecamatan Sragi dibanding dengan Kecamatan Siwalan. Begitu juga dengan batas wilayah kabupaten. Meski secara administratif Desa Mejasem terletak di Kabupaten Pekalongan, tetapi Desa Mejasem justru jaraknya lebih dekat dengan Kabupaten Pemalang karena berbatasan langsung. Tinggal nyebrang sungai, kita sudah sampai di Kabupaten Pemalang.
![]() |
Peta Desa Mejasem |
![]() |
Mejasem Squad bersama Pak Lurah dan Bu Lurah dari kiri ke kanan : Dewa, Ken, Parti, Ang, Pak Lurah, Bu Lurah, Difa, Tika, Suryati, Yonas |
Mejasem Squad bersama Perangkat Desa Mejasem |
Ngapain Aja Selama KKN??
Ngapain aja selama KKN?? Jawabannya : BANYAK!!
Minggu pertama kami habiskan untuk melakukan survey, mengidentifikasi dan menganalisis masalah-masalah utama di Desa Mejasem. Minggu pertama juga kami manfaatkan dengan melakukan pendataan UMKM.
Ternyata, selain petani, sebagian penduduk Desa Mejasem berprofesi sebagai pengusaha ikan asap dan ikan pindang. Mereka biasanya berproduksi pada malam hari, akibatnya pada malam hari di Desa Mejasem selalu diselubungi asap hasil pembakaran ikan. Selain produsen ikan asap dan ikan pindang, penduduk Desa Mejasem juga ada yang bekerja di bidang konveksi dan produsen tempe.
Ternyata, selain petani, sebagian penduduk Desa Mejasem berprofesi sebagai pengusaha ikan asap dan ikan pindang. Mereka biasanya berproduksi pada malam hari, akibatnya pada malam hari di Desa Mejasem selalu diselubungi asap hasil pembakaran ikan. Selain produsen ikan asap dan ikan pindang, penduduk Desa Mejasem juga ada yang bekerja di bidang konveksi dan produsen tempe.
![]() |
produsen ikan asap |
Minggu pertama juga kami manfaatkan untuk beradaptasi dan bersosialisasi dengan warga desa. Pepatah “Di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung” benar-benar berlaku saat KKN, guys. Gua yang asalnya kalo ketemu orang yg ga dikenal diem aja + langsung melengos, tapi hal ini ga berlaku saat gua KKN. Setiap ketemu warga atau orang yang ga dikenal, kita (terpaksa) harus menegur setidaknya memberi senyuman. Hal ini karena kultur masyarakat desa jauh berbeda dengan kultur masyarakat kota kebanyakan.
Baca Juga : Hal-hal Ini Akan Dialami oleh Mahasiswa yang Baru Merantau
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menganjurkan kami untuk tetap memakai jaket KKN di mana pun berada, baik ikut pengajian, salat di musala, survei lapangan, makan, maupun pergi ke tempat di luar lokasi KKN. BAHKAN KE MALL/PUSAT PERBELANJAAN PUN KAMI PAKAI JAKET KKN :(. Khan maen. Bayangin aja, jaket cuma satu, setiap hari dipake, trus kapan dicuci? :(
Oh iya, di Kabupaten Pekalongan tuh ga ada pusat perbelanjaan (mall). Jadi kalau mau belanja ke mall, kami harus pergi ke Kota Pekalongan. Nah di Kota Pekalongan inilah terdapat beberapa mall/pusat perbelanjaan seperti Borobudur Plaza, Carefour Pekalongan, Plaza Pekalongan, dll. Jarak dari desa gua ke Pekalongan Kota luamayan jauh, sekitar 20 km ditambah satu-satunya akses ke Kota Pekalongan cuma lewat jalur Pantura yang ngerinya minta ampun (karena banyak kendaraan besar kayak truk, tronton, mobil molen, dll). Bener-bener harus ekstra waspada guys...
![]() |
CLBK di Borobudur Plaza |
![]() |
Pengajian setiap kamis malam |
Selama KKN kami juga melakukan tugas utama, yakni mengabdi ke masyarakat melalui program-program monodisiplin (sesuai jurusan) maupun program multidisiplin (program lintas jurusan). Berbagai program kami lakukan mulai dari sosialisasi gizi, pengenalan jenis-jenis hewan ternak, pembuatan tanaman dengan teknik hydrogel, dan sanitasi kandang ternak. Gua sendiri melakukan program monodisiplin yakni pembuatan website desa dan sosialisasi pengajuan kredit ke bank. Loh, kok mahasiswa ekonomi tapi programnya bikin website? Emang ada hubungannya? Entahlah, soalnya gua Cuma bisa bikin website :(
![]() |
Program Suryati, membuat gantungan kunci dari kain flanel |
Program kami banyak dilakukan di sekolah dasar dan TK ketimbang di tempat lain. Anak-anak di sini sangat senang dan antusisas ketika ada mahasiswa KKN. Biasanya kalo kita lagi jalan-jalan pagi atau sore, anak-anak akan memanggil kita dengan sebutan “Kakak KKN “ atau banyak juga yang memanggil nama kita. Waah, berasa artis yaa dipanggil-panggil mulu wkwk.
![]() |
murid-murid SDN 01 Mejasem |
![]() |
TK Cempaka Mejasem |
![]() |
PAUD Melati Desa Mejasem |
Entah mengapa cuaca di Pekalongan ini jauuuuuuh lebih panas dari Semarang. Suerrrr. Ditambah lagi waktu pelaksanaan KKN bertepatan dengan musim kemarau. Ditambah lagi gua ga bawa skin care atau apalah itu (cuma bawa sabun muka). Ditambah lagi kamar gua pas banget di depan jalan dan alhasil debu-debunya masuk ke kamar gua :""". Gua yang dari lahir kulitnya udah gelap alias eksotis, akhirnya makin tambah hitam.. Tapi manisnya teteup sih hehehe. 🤣
Tapi sisi positifnya, selama KKN berat badan gua nambah. Sebelum KKN, berat badan gua sekitar 55 Kg. Dan 42 hari kemudian, alhamdulillah naik 1.5 Kg jadi 56.5 Kg. Gimana ga naik berat badan, kalo ga ada kerjaaan di desa, gua cuma bisa makan dan ngemil doang... Ditambah lagi samping posko KKN itu warung yang jual Es Krim A*ice. Belum lagi ditambah kalo lagi jalan ke pusat kota, pasti ujung-ujungnya makan... Ditambah posko KKN itu deket banget sama SD yang banyak tukang makanan/minuman. Belum lagi kalo pergi ke acara desa, pasti disuguhi makanan.. Arghhhh ini KKN atau acara kuliner sih????!!!!!!
Baca Juga : 7 Alasan Kenapa Harus Kuliah di Semarang
![]() |
Perhatian : sangat adiktif! |
Legenonan dan Sedekah Bumi
Kami juga berkesempatan untuk mengikuti prosesi tradisi Legenonan dan Sedekah Bumi yang dilaksanakan oleh pemdes Mejasem. Sedekah bumi dan Legenonan ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil bumi. Prosesi ini juga digelar guna memohon kesuburan tanah dan melimpahnya hasil bumi pada saat musim panen. Prosesi Legenonan berlanjut dengan diadakannya Nanggap Wayang di depan PAUD Melati Mejasem. Nanggap Wayang adalah kegiatan menonton wayang dari malam hari hingga esok pagi.
Nah, pada kesempatan ini, Mejasem Squad berkesempatan membantu warga desa dalam menyiapkan prosesi Legenonan dan Sedekah Bumi, mulai dari menyiapkan makanan hingga perlengkapan.
Nah, pada kesempatan ini, Mejasem Squad berkesempatan membantu warga desa dalam menyiapkan prosesi Legenonan dan Sedekah Bumi, mulai dari menyiapkan makanan hingga perlengkapan.
![]() |
Legenonan dan Sedekah Bumi. Makanannya bikin ngilerrrrrrrr |
![]() |
Nanggap Wayang. Wayang yang dipentaskan bukan wayang kulit lho, tapi sejenis wayang dari kayu (wayang golek) |
Kebetulan banget kami KKN di bulan Agustus, jadi kami
merayakan hari kemerdekaan dengan mengadakan lomba 17-an di SDN 01 Mejasem. Lombanya
sih sederhana, macam balap kelereng, balap karung, lomba pukul air, lomba joget
balon, lomba melupakan gebetan yang ditikung teman, dan lain-lain. Meskipun
sederhana, tapi mereka sangat-sangat senang dan antusias. So much happiness!
![]() |
lomba pukul air NB : mereka pake pelepah pisang ya guys, jadi aman kok |
![]() |
Bapak-bapak perangkat desa yang sibuk berlatih lomba PBB se-kecamatan. NB : Alhamdulillah Mejasem dapet Juara 2 |
KKN Ga Cuma Kerja Doang Loh, Tapi ada juga jalan-jalannya!
KKN Ga hanya kerja, kerja, dan kerja. Sesekali kami juga memanfaatkan waktu luang untuk jalan-jalan ke destinasi wisata di Kabupaten dan Kota Pekalongan. Mulai dari Museum Batik Pekalongan, Pantai Depok, Pantai Pasir Kencana, Wisata Alam Linggoasri, sampai belanja oleh-oleh di Pasar Grosir Batik Pantura. Pokoknya seru deh!!
Baca Juga : Tempat Wisata di Pekalongan dan Sekitarnya yang bisa Dikunjungi ketika KKN
![]() |
Pantai Depok, Kecamatan Siwalan punya~~~ |
![]() |
belanja oleh-oleh di Pasar Grosir Batik Pantura. |
KKN dan Pengalaman Mistis
Entah mengapa antara KKN dan kejadian mistis ga bisa dipisahkan satu sama lain. Dan sialnya, hal ini terjadi ke gua selama KKN di Desa Mejasem. Awalnya sih ga ngerasa apa-apa. Waktu diceritain Bu Lurah kalau Balai Desa itu banyak ‘penghuninya’, jujur gua ga terlalu ambil pusing. Gua pikir wajar kalo sebuah bangunan ditinggali oleh penghuni dunia lain. Semua itu berubah sejak kejadian ini……
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Semilir angina berembus menusuk sukmaku *eaaaa jadi puitis gini. Waktu itu gua lagi asyik ngobrol sama Yonas (temen sekamar gua). Namanya baru kenal, kita ngobrol ngalor ngidul mulai dari masalah kuliah sampai keluarga. Pas lagi asyik ngobrol tiba-tiba ada suara perempuan nangis. Iya!! Nangis! Dan suaranya lirih ga jelas, kedengarannya jauh. Sontak gua langsung ambil selimut dan tutup kuping wkwk :(. Dan kalian tau apa yang dilakukan temen gua, dia malah berdiri dan mau nyamperin asal suara itu. Eh gilaa, jelas gua larang lah, kalo dia kenapa-kenapa kan gua juga yang susah. Antara nekad sama b*go emang beda tipis -___-. Dan masih banyak lagi kejadian kejadian mistis selama KKN (Kalo gua ceritain semua malah jadi cerita mistis).
Mungkin postingan ini ga bisa menggambarkan secara lengkap betapa 'nano-nano' nya KKN itu. Intinya, KKN adalah pengalaman seumur hidup sekali yang memberi banyak pelajaran berharga bagi mahasiswa yang menjalankannya. Bagi yang akan melaksanakan KKN, just enjoy the moment. Berinteraksi dengan warga desa, bermain dengan anak-anak desa, ikut musyawarah desa, dan merasakan kearifan lokal desa, adalah pengalaman berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun. Jadikan lah KKN sebagai ajang latihan untuk terjun di kehidupan yang sesungguhnya. Terima kasih desa Mejasem atas pengalaman berharga nya :)
![]() |
Dengan keluarga TK Cempaka Mejasem |
![]() |
Posko Tercinta |
![]() |
Ikut pengajian pun harus pake Jaket kebanggaan :") |
![]() |
Jalan-jalan pageeeeee |
![]() |
Siwalan's Boi |
![]() |
Anak-anak IESP yang terlempar ke Siwalan : Tengengkulon-Wonosari-Mejasem |
![]() |
Tim 2 KKN Undip Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan saat upacara Peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia. |
![]() |
Terima Kasih Desa Mejasem! |
Menuntut ilmu dan mengabdi kepada rakyat bukanlah dua perkara yang sepantasnya dipisah-pisahkan.-Y.B Mangunwijaya
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusmantab jiwa, mahasiswa sekarang penuh pengabdian..
BalasHapusNTAPZZ
Hapusalhamdulillah give thanks to Allah and kkn, karena berkat kkn seorang sadewa finally ikut pengajian:")
BalasHapusWwkwkw asem ik baru baca. Sebenernya sebelum KKN pun aku udh rajin ikut pengajian kok, nah pas KKN aku tambah rajin ikut pengajian :) Gitu :) wkwkw
HapusMantap udah di kaitkan ke adsense blom
BalasHapusMantap udah di kaitkan ke adsense blom
BalasHapusHehe belum nih gan. Masih kurang paham
HapusKo ini sama bngt ya cerita KKN nya sama aku. Hanya saja posko kami bukan rumah Kades, tapi sama ko di depan desa. Pkoknya semuanya sama bgt. Jdi sedih lgj pengen KKN lgi. Apalagi ini aku baca nya sambil dengerin lagu pas kenangan lagi KKN 😭
BalasHapusIyaa. KKN itu emang nano-nano, banyak rasanya. Kadang senang, kadang sedih, kadang kesel, capek, dll. Tapi itulah yang bikin kangen KKN hehe
HapusSeru bgt ka cerita KKNnya huhu dulu saya nggak pernah ikut KKN ka
BalasHapusIsh tapi kan kaka pernah magang bareng Komatsu huhuhu :(
Hapus