lain
redaksiana
Apa yang Salah dengan Ask.fm?
Ask.fm adalah sebuah media sosial yang masih terbilang baru.
Seperti sosial media lainnya, ask.fm juga memunculkan orang terkenal yang sering
disebut ‘artis ask.fm’. Sebut saja Andori Andriani, Reza Pahlevi, dan Audrey
Teguh. Sosial media ini menyediakan layanan tanya dan jawab. Jadi, seseorang
(baik yang punya ask.fm maupun yang tidak) bisa bertanya sesuka hati kepada
kita.
Yang membedakan ask.fm dengan media sosial
lainnya yakni dalam ask.fm terdapat fitur ‘anonym’. Fitur ini
memungkinkan orang yang bertanya dapat menyembunyikan identitasnya. Namun, seperti
kebanyakan medsos lainnya, keberadaan ask.fm ini disalahgunakan oleh orang-orang
yang tidak bertanggung jawab. Mulai dari pamer, men-judge orang, hingga
spamming. Berikut ini adalah penyalahgunaan ask.fm versi gue –yang juga
merupakan pengguna ask.fm—
1.
Judge.fm
![]() |
Pertanyaan yang menghakimi :") *curhat |
Nah, yang satu ini paling sering gue temui
di beranda ask.fm gue. Ask.fm digunakan
sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab buat men-judge orang, khususnya orang
yang mereka benci. Mereka sangat pandai menggunakan fitur anonym. Banyak banget
answer orang yang gue follow yang isinya menjawab jugde dari para anonym.
Gue sendiri sih pernah mendapat pertanyaan semacam ini. Tapi ngapain gue jawab.
Buang-buang waktu doang haha. Mending si ‘anon’ ini gue block. Just simple J
2.
Pamer.fm
“Pap mobilnya doong”
“PAP Iphone 6 nya dong ka?”
“Kak, denger-denger baru pulang dari London
ya? PAP di Big Ben dong!”
Wadefak. Jenis pertanyaan dan jawaban macem gini nih yang ngeselin abisss. Sebenernya,
tujuan mereka menjawab ask ini sih bukan buat menjawab pertanyaan, tapi lebih
condong ke pamer. Ya sih, bebas-bebas aja mau pamer atau bagaimana. Gue juga curiga,
jangan-jangan mereka tanya ke akun mereka sendiri. Hmmmm. Kalo gue sih, apaan yang mau dipamerin? haha
3.
Jualan.fm
![]() |
ayooo sis dibeli! |
“Sis, BH-nya masih open PO gak? Mau beli nih”
"Masih kook. Yukz dipilih bro" (?)
Haha gak BH juga kali. Tapi saat ini, ask.fm juga dimanfaatkan oleh para
wirausaha untuk mempromosikan dagangannya. Selama dalam batas wajar sih gak apa-apa. Tapi kalo udah satu beranda ask.fm isinya barang jualan semua, gengges
juga keles.
4.
Like.fm
![]() |
ini maksudnya apa? kalo gak nge-like gak sayang ibu? |
“Like ini jika kamu punya hati”
“Like ini kalo kamu orang muslim”
“Like ini kalo mau masuk surga. Kalo ga
like masuk neraka”
“Like ini kalo kamu ga pengen kayak dia”
Paling gak ngerti deh sama pengguna ask.fm
yang macam ini. Tega-teganya gitu loh, masang foto orang yang (maaf) sakit,
cacat atau apalah, Cuma buat mendapatkan like yang banyak. Coba bayangkan, kalau mereka yang dijadikan bahan buat mendapatkan like yang banyak. Apa nggak sakit?
Selain itu, ada juga yang bilang gini: “
Yang like= LULUS UJIAN, yang gak Like= GAK LULUS UJIAN.” Anjirrrrr. Kalo gitu,
bagi yang mau lulus ujian, kalian ga usah belajar, mending nge-like jawaban si
user ini (?) HAHA.
Nah,
yang paling parah orang yang masang foto Kakbah atau Mekkah trus dikasih
caption:
“Yang Like ini masuk surga kalo nggak masuk neraka”
Eyyyyy!!! WTF. Seenaknya aja nentuin orang masuk
surga atau nggak! Emangnya situ
siapa?!!!!! *emosi wkwk. Dalam kitab suci agama mana pun juga ga
dijelaskan tuh salah satu syarat buat masuk surga itu nge-like jawaban ask.fm
ckck. Seperti yang gue bilang, tujuan user tipe ini adalah semata-mata hanya
untuk mendapatkan like yang banyak.
Guys, Sesungguhnya, kita bisa masuk surga
bukan karena like answer-an di ask.fm, tetapi tergantung amal dan perbuatan
kita 0:)
5. Nyuruh.fm
![]() |
nyuruh-nyuruh udah kek majikan |
“Kak Pap selfie dong, mata tertutup, rambut
digerai, kaki diiket, mulut dilakban!”
Geblek. Seenak perutnya aja lu nyuruh-nyuruh
orang. Kenal juga nggak. Biasanya mereka menyisipkan kata "NO MAGER" sebagai jurus pamungkasnya. Dan yang lebih begonya lagi, kadang pengguna ask.fm
mau aja nurutin perintahnya si anon ini.
6. Spam.fm
![]() |
ini orang gak ada kerjaan kali ya? -__- |
Gak di twitter, gak di facebook, gak di
ask.fm, teteup aja ada yang namanya spamming. Entah itu spam jawaban di
timeline, maupun spam pertanyaan.
Media sosial memang tidak bisa lepas dari
kehidupan manusia modern. Sebagai manusia yang hidup di era globalisasi,
hendaknya kita dapat menggunakan media sosial dengan baik dan benar. Boleh saja
kita eksis di dunia maya. Namun Jangan sampai kita menggangu pengguna lainnya. Dan yang lebih penting, jangan sampai lupa
bahwa kita hidup di dunia nyata, bukan di dunia maya.
Tidak ada komentar